Ensiklopedia Al-Qur’an; Sebuah Kajian Kosakata Al-Qur’an

0
45 views

www.nuansaislam.com/infobukuAl-Qur’an, kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., diturunkan oleh Allah dalam bahasa Arab. Banyak pakar yang mengatakan bahwa ini bukanlah hal yang kebetulan saja. Ini juga bukan saja karena Rasulullah sendiri adalah orang Arab. Banyak faktor yang mengakibatkan terpilihnya bahasa Arab sebagai bahasa wahyu ilahi.

Di antara faktor yang bisa kita lihat adalah keunikan bahasa ini dibandingkan dengan bahasa lain. Salah satu keunikannya adalah bahasa Arab tidak hanya kaya pada jenis kelamin kata ( muannas atau mudzakkar), atau pada bilangannya yaitu tunggal (mufrad), dual (mutsanna) dan plural (jama’), tetapi juga pada kekayaan kosakata dan sinonimnya.

Kata “singa” misalnya, mempunyai sinonim sebanyak 500 kata. Selain itu, kata “asal” (عسل/madu) sebanyak 80 kata dan kata yang merujuk pada aneka pedang ditemukan sebanyak kurang lebih 1000 kata (Al-Fairuzabadi, pengarang kamus Al-Muhith). Sedang De Hammaer mengemukakan bahwa kata yang menunjuk kepada unta dan keadaannya ditemukan sebanyak 5644 kata.

Keunikan lain dari bahasa ini adalah banyaknya kata-kata ambigu yang tidak jarang satu kata mempunyai dua atau tiga arti yang berlawanan. Satu huruf “waw” yang umumnya  berarti “dan” bisa mempunyai lebih dari satu arti sesuai dengan kata yang menyertainya. Namun, bisa juga kita temukan kosakata yang hanya mempunyai satu makna pasti saja.

Melihat karakteristik bahasa Arab seperti demikian, perlu untuk memahami makna kosakata Al-Qur’an dengan baik jika seseorang ingin menerjemahkan atau bahkan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Salah satu kritik yang dikemukakan oleh berbagai pakar Al-Qur’an terhadap sekian banyak kitab tafsir dan terjemahan Al-Qur’an adalah kekeliruan pada penafsirannya memahami kosakata Al-Qur’an, dan/atau memberi satu kata muatan yang berlebihan dari kapasitasnya.

Untuk itu maka digagaslah sebuah usaha untuk menggambarkan makna-makna kosakata Al-Qur’an, serta bagaimana Al-Qur’an menggunakannya disertai dengan penjelasan makna semantiknya.

Sebuah gagasan yang muncul pada tahun 1992 dari para tokoh agama, tokoh pendidikan, dan ulama, melahirkan sebuah ensiklopedi Al-Qur’an yang penerbitannya dimotori oleh Pusat Studi Al-Qur’an, Lentera Hati Jakarta, dan Yayasan Paguyuban Ikhlas, dengan Pemimpin Redaksi yaitu Prof. DR. M. Quraish Shihab.

Ensikopedia Al-Qur’an; Kajian Kosakata (edisi revisi, September 2007) ini terdiri dari tiga volume yang memuat 1050 entri kata. Kata-kata tersebut diurut berdasarkan abjad bahasa Indonesia (A-Z) untuk memudahkan pembaca pada proses pencariannya. Di samping itu, bentuk kata yang dipilih sebagai judul entri ditetapkan berdasarkan penggunaannya dalam Al-Qur’an; bukan asal atau akar kata. Namun demikian, dalam pembahasan tiap entri tetap dibahas asal-usul kata tersebut dengan berbagai derivasinya.