Dunia Butuh Islam

0
189 views

Pilih mana?Sekarang ini umat manusia dilanda berbagai persoalan yang sangat pelik. Satu masalah belum selesai diatasi dan dipecahkan sudah muncul lagi persoalan baru yang lebih pelik. Dari segi kesehatan muncul berbagai penyakit “modern” yang tak jelas apa obatnya, Stres dan AIDS dianggap sebagai di antara penyakit dimaksud. Sepanjang abad 20 yang lalu, penjajahan, penindasan dan peperangan tanpa alasan yang benar terjadi silih berganti dari satu negara ke negara lain, dari satu benua ke benua lainnya.

Persoalan rusaknya moralitas masyarakat juga melanda di mana-mana, sementara dalam masalah ekonomi karena sistemnya yang tidak benar, maka yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin, itu juga dialami oleh banyak negara miskin (negara berkembang yang disebut juga negara kelas tiga/dunia ketiga) sehingga negeri-negeri itu dililit utang yang terus bertambah, jangankan membayar utangnya membayar bunganya saja sudah tidak mampu.

Ilmu pengetahuan dan teknologi memang telah membantu dan memudahkan manusia dengan prestasi yang luar biasa. Pekerjaan-pekerjaan berat yang tidak bisa ditangani oleh manusia secara fisik telah berhasil baik dikerjakan oleh robot-robot “pintar” sementara pekerjaan berpikir manusia telah dibantu juga oleh alat-alat canggih semacam komputer yang terus berkembang ke arah yang lebih canggih. Namun sayang sekali, ilmu pengetahuan dan teknologi itu tidak dituntun oleh iman yang benar sehingga yang terjadi justeru bukan membawa kebahagiaan bagi manusia tapi malah mencelakakan.

Kalau toh manusia kelihatan bahagia, itu hanyalah kebahagiaan yang semu, karena itu banyak negara yang ilmu dan teknologinya telah demikian maju, terjadi kasus bunuh diri, bahkan di Jepang banyak orang yang sudah punya niat untuk bunuh diri. Pada sisi lain, minuman keras juga dijadikan minuman utama untuk bisa menghilangkan perasaan yang gundah, Kalau kita harus sebutkan satu demi satu maka akan sangat banyak kerusakan masyarakat dunia sekarang ini yang bisa diungkap. Yang jelas masyarakat dunia sekarang dilanda berbagai penyakit baik fisik maupun mental yang sangat parah, pembunuhan, pemerkosaan, perceraian, pengguguran kandungan, perzinahan, peperangan, perampokan dan sebagainya merupakan sesuatu yang sudah biasa terjadi, termasuk negeri-negeri yang dahulunya sangat memegang prinsip agama dan adat-istiadat, termasuk di Indonesia, negeri yang kita cintai ini. Era globalisasi memang telah membuat persoalan yang dihadapi disuatu negara dihadapi juga di negara yang lain.

ASAL-ASALAN

Persoalan hidup yang begitu banyak telah membuat manusia tak tahu harus berbuat apa dalam hidup ini, akibatnya apa saja dilakukan oleh manusia tanpa mempertimbangkan baik dan buruk, dampaknya terjadilah berbagai tindakan yang membawa kerusakan di muka bumi ini, baik kerusakan fisik lingkungan hidup maupun kerusakan moral. Allah swt memang telah mensinyalir bahwa berbagai kerusakan yang terjadi di muka bumi ini merupakan akibat dari perbuatan manusia sendiri, Allah berfirman: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS Ar Rum/30:41).

Perbuatan mereka yang asal-asalan itu karena mereka menduga apa yang dilakukan manusia di dunia ini tak ada pertanggungjawabannya dalam kehidupan akhirat, prinsip mereka itu dikemukakan oleh Allah dalam firman-Nya: Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), “hidup adalah kehidupan kita di dunia saja. Dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan (QS Al An’am/6:29).

Dengan prinsip seperti itu mereka mengalami penyesalan yang sangat besar sebagaimana firman Allah: Sungguh telah rugilah orang-orang yang telah mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan, sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu”, sambil mereka memikul dosa-dosa diatas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu” (QS Al An’am/6:31).

ISLAM DIBUTUHKAN 

Berbagai persoalan yang melanda umat manusia di dunia ini tak boleh dibiarkan terus berlangsung, manakala kita tidak ingin terjadi bencana yang lebih besar lagi. Untuk bisa memecahkan persoalan dunia ini, tentu saja harus dengan ajaran/ideologi yang memang mampu mengatasinya. Ajaran dan ideologi yang mampu mengatasi berbagai persoalan dunia adalah Islam sebagai satu-satunya agama yang benar. Mungin timbul pertanyaan di benak kita, mengapa harus Islam, apa ajaran lain tidak memungkinkan lagi?

Ajaran Islam memang menjadi satu-satunya agama yang bisa dijadikan tumpuan harapan untuk bisa mengatasi berbagai persoalan kehidupan di abad modern ini. Semula memang ada beberapa ideologi dunia yang mencoba membuat manusia berbahagia di dunia ini, tapi ternyata semua itu tak mampu diwujudkannya. Komunis telah Ambruk setelah masyarakatnya tidak merasakan kebahagiaan yang dicita-citakan, bahkan komunisme telah meninggalkan kesengsaraan bagi umat yang menyakininya. Kapitalisme Barat dengan liberalismenya telah membuat manusia menempuh kebebasan yang berlebihan sehingga derajat manusia telah jatuh ke arah yang lebih rendah dari binatang. DR. Abdullah Azzam dalam bukunya “Islam dan Masa Depan Umat Manusia” mengemukakan  “Sesungguhnya kekosongan rohani, kehampaan dalam kehidupan Barat dan tidak adanya tujuan hidup, serta mengingkari Tuhan yang dijadikan tempat mengadu disaat sulit dan sedih, telah membawa Barat pada akhir yang menyakitkan dan menyedihkan, yaitu kesengsaraan, kehancuran jiwa, ketegangan syaraf, ketakutan dan bencana yang selalu merusak kedalam pemikiran. Sesungguhnya yang demikian itu membuat mereka lari dari kehidupan kepada alkohol dan narkoba. Kemudian kehidupan yang sengsara itu harus diakhiri dengan tindak bunuh diri yang merupakan pernyataan bahwa beban jiwa tidak dapat ditanggulangi lagi.”

Ada beberapa alasan yang menyebabkan Islam sangat dibutuhkan oleh umat manusia di dunia ini dalam mengatasi berbagai persoalan kehidupan modern. Pertama, orientasi ajaran Islam selalu mengarah pada kebaikan, perbaikan dan kebenaran yang kemudian disebut dengan kemaslahatan hidup. Islam memang Minhâjut Taghyîr (sistem yang menghendaki terjadinya perubahan yang lebih baik). Dengan berbagai kerusakan yang terjadi sekarang ini, manusia sebenarnya merindukan kebaikan, perbaikan dan kekebenaran di manupun dia berada dan dengan melaksanakan kebaikan itu, manusia akan merasakan kebahagiaan. Islam memang akan mengeluarkan umat manusia dari dzulumât (kegelapan hidup karena tak tahu dan melanggar syariat Islam) kepada An Nûr (cahaya yang membuat manusia tahu dan konsekuen dengan arah hidup yang jelas dan benar). Di samping itu Islam juga akan membebaskan manusia dari segala bentuk kebebasannya yang justeru membawa kesengsaraan kepada belenggu atau ikatan Ilahi yang membuat manusia akan tahu dan bisa menikmati hakikat dan tujuan hidup yang sebenar-benarnya.

Kedua, Islam merupakan satu-satunya agama yang ajarannya syâmil (menyeluruh) dalam arti agama yang mengandung aturan untuk mengatur berbagai aspek kehidupan, ini berarti Islam tidak hanya mengatur aspek-aspek yang sifatnya ritual saja, tapi juga berbagai aspek kehidupan lainnya sehingga di samping melalui ibadah yang sifatnya ritual, manusia bisa menunjukkan keislamannya melalui berbagai aktivitas hidup. Islam memang merupakan agama yang tidak sekadar berisi doktrin-doktrin yang mesti diyakini, tapi juga bisa dipahami dan mudah diamalkannya, bahkan sangat cocok untuk segala kalangan manusia.

Ketiga, Islam merupakan agama yang universal, sehingga berlakunya ajaran Islam tidak hanya di satu tempat, tapi juga diberbagai belahan bumi lainnya. Bahkan Islam juga agama yang sangat sesuai dengan fitrah atau jiwa dan hati nurani manusia. Dengan prinsip ini Islam amat cocok bagi manusia pada masa sekarang yang disebut dengan era globalisasi, karena dengan era ini, manusia menginginkan adanya nilai-nilai yang bersifat universal dan cocok dengan hati nuraninya, tak lagi dengan tradisi-tradisi lokal. Sekarang ini nilai-nilai yang sifatnya universal belum terpublikasikan dengan porsi yang cukup dan secara wajar, akibatnya manusia menginternasionalkan nilai-nilai yang sebenarnya berlaku untuk skala lokal tertentu, akibatnya era globalisasi justeru membawa manusia pada kekhawatiran hidup yang sangat menakutkan. Karena yang terpublikasikan bukan nilai-nilai yang universal dan terjamin kebenarannya, maka muncul berbagai persoalan baru yang merugikan umat manusia sendiri, karena memang hakikatnya hanya menularkan penyakit di suatu negara ke negara lainnya sehingga muncul juga penyakit yang sifatnya global.

Keempat, Islam merupakan agama yang berdasarkan wahyu yang kebenarannya mutlak, sementara nilai-nilai atau ideologi lain merupakan hasil pemikiran manusia yang sangat terbatas, bahkan agama lainnya juga demikian. Itu pula yang menjadi sebab mengapa Islam menjadi satu-satunya agama yang bisa menjadi tumpuan harapan bagi usaha membahagiakan manusia dengan kebahagiaan hakiki.

Kelima, dari segi penegakkan hukum, di tengah-tengah begitu rusaknya moralitas umat manusia sekarang ini yang berakibat pada timbulnya berbagai malapetaka sangat diperlukan adanya sistem hukum yang adil, tegas dan tentu saja rasional. Hukum-hukum lain sama sekali tidak bisa diandalkan, karena itu, memang tidak ada sistem hidup yang bisa mengatasi persoalan dunia, kecuali hanya dengan hukum-hukum Islam. Pembunuhan yang banyak terjadi karena para pembunuh tidak dihukum dengan hukuman yang setimpal, begitu juga untuk kasus-kasus kejahatan lainnya.

Demikian secara umum beberapa alasan mengapa Islam menjadi kebutuhan umat manusia, dan tentu masih banyak alasan-alasan lainnya. Tugas kita sekarang ini adalah bagaimana kita bisa meyakinkan kepada umat dunia bahwa mereka sebenarnya butuh kepada Islam, namun kebanyakan mereka tidak menyadari.

Oleh Drs. H. Ahmad Yani