Di Jalan Allah

0
41 views

Berada di jalan Allah swt merupakan sesuatu yang amat mulia, karenanya setiap kita harus berusaha selalu berada di jalan-Nya dan ternyata untuk termasuk  berada di jalan-Nya itu tidak selalu harus kita lakukan dalam bentuk berperang, apalagi berperang tidak terjadi setiap saat. Ada beberapa hal yang bila kita laksanakan akan membuat kita termasuk ke dalam kelompok orang yang berada di jalan Allah swt sehingga hal ini menjadi penting untuk kita pahami bersama.

1.    Bekerja Mencari Nafkah

Sebagai manusia, ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhinya dalam kehidupan ini, diantaranya adalah kebutuhan pangan, sandang dan papan. Untuk bisa memenuhi segala kebutuhan itu, manusia harus berusaha semaksimal mungkin dengan cara-cara yang sebaik mungkin. Karena itu, seorang muslim yang keluar dari rumahnya untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya secara halal merupakan sesuatu yang sangat mulia dan karenanya hal itu menjadi wajib, Rasulullah saw bersabda:

طَلَبُ الْحَلاَلِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Mencari sesuatu yang halal hukumnya wajib bagi setiap muslim (HR. Thabrani)

Manakala seseorang sudah bekerja untuk segala keperluan yang baik dan mencari nafkah dengan cara yang baik, maka ia berada di jalan Allah swt, namun harus dihindari upaya mencari nafkah untuk membanggakan diri atau sombong dengan harta yang berlimpah dan dalam rangka menimbun harta, karena bila demikian meskipun ia mencari harta dengan cara yang halal, ia tetap berada pada jalan yang tidak benar, Rasulullah saw bersabda:

إِنْ كَانَ يَسْعَى عَلَى وَلَدِهِ صِغَارًا فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ وَ إِنْ كَانَ خَرَجَ عَلَى أَبَوَيْنِ شَيْخَيْنِ كَبِيْرَيْنِ فَفِى سَبِيْلِ اللهِ وَ إِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى نَفْسِهِ لِيَعِفِّهَا فَفِى سَبِيْلِ اللهِ وَ إِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى أَهْلِهِ فَفِى سَبِيْلِ اللهِ وَ إِنْ كَانَ خَرَجَ تَفَاخُرًا وَتَكَاثُرًا فَفِى سَبِيْلِ الطَّاغُوْتِ

Jika dia beberja untuk anaknya yang masih kecil, maka dia berada di jalan Allah. Jika dia keluar untuk bekerja bagi kedua orang tuanya yang telah lanjut usia, maka dia berada di jalan Allah. Jika dia bekerja untuk dirinya agar tidak meminta-minta, maka dia berada di jalan Allah. Jika dia bekerja untuk keluarganya, maka dia berada di jalan Allah. Namun jika dia bekerja untuk membanggakan diri dan untuk menimbun harta, maka dia berada di jalan thagut (HR. Thabrani).

2.    Menuntut Ilmu

Sebagai manusia tentu ingin menjalankan kehidupan dengan baik di dunia sehingga berdampak positif dalam kehidupan di akhirat nanti. Untuk itu amat diperlukan ilmu pengetahuan, karenanya Allah swt mewajibkan kita mencari ilmu dan ini akan membuat kita semakin mudah untuk mencapai surga karena dengan modal ilmu itulah kita akan banyak beramal shaleh yang menjadi syarat untuk bisa masuk ke dalam surga, Allah swt berfirman:

مَنْ  سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Barangsiapa melewati suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah memudahkan untuknya jalan ke surga (HR. Tirmidzi).

Menuntut ilmu menjadi jaminan masuk surga karena memang dengannya manusia melakukan pendekatan kepada Allah swt dan bila ia sudah memilikinya, ada keinginan yang kyat baginya untuk mengajarkan dan menyebarluaskannya kepada orang lain dan ini memberi nilai sedekah yang amat banyak, Rasulullah saw bersabda:

تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ فَإِنَّ تَعَلُّمَهُ قُرْبَةٌ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ, وَ تَعْلِيْمَهُ لِمَنْ لاَيَعْلَمُهُ صَدَقَةٌ وَ إِنَّ الْعِلْمَ لَيَنْزِلُ بِصَاحِبِهِ فِى مَوْضِعِ الشَّرَفِ وَالرِّفْعَةِ, وَ الْعِلْمُ زَيْنٌ ِلأَهْلِهِ فِى الدُّنْيَا وَاْلأَخِرَةِ

Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza Wa Jalla dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah shodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan akhirat (HR. Ar Rabi’).

Menuntut ilmu memang sesuatu yang amat ditekankan, namun hal ini bukanlah untuk kepentingan Allah swt, tapi untuk kepentingan sang penuntut ilmu itu sendiri, karena dengan ilmu yang dimilikinya akan membuatnya menjadi orang yang terangkat derajatnya di sisi Allah swt, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Mujadilah [58]:11).

3.    Mendatangi Masjid

Kecintaan terhadap masjid membuat seorang muslim, khususnya muslim yang laki-laki rajin mendatangi masjid setiap harinya, karena itu, shalat berjamaah yang lima waktu semestinya dilaksanakan secara berjamaah di masjid, sedang shalat di rumah baru dilakukan dalam kondisi yang sangat darurat. Karena itu, seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Ummi Makhtum, meskipun buta matanya, jauh rumahnya dari masjid dan tidak ada orang yang menuntunnya ke masjid, tetap ditekankan kepadanya untuk shalat berjamaah di masjid, bahkan ia salah seorang muadzin (orang yang azan) pada masa Nabi saw disamping Bilal bin Rabah.

Disamping untuk melaksanakan shalat berjamaah, kedatangan seorang muslim ke masjid juga untuk memakmurkan masjid itu dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakatnya. Dengan kedatangan seorang muslim ke masjid guna memakmurkannya dengan sebaik-baiknya, maka kita tidak perlu lagi meragukan keimanannya, Rasulullah saw bersabda:

اِذَا رَاَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوْا لَهُ باِلإِيْمَانِ.

Apabila kamu sekalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman (HR. Tirmidzi dari Abu Sa’id Al Khudri).

Manakala seseorang sudah suka ke masjid, apalagi disamping untuk ibadah adalah untuk menuntut ilmu, maka ia termaasuk ke dalam kelompok orang yang berada di jalan Allah swt, dalam satu hadits, Rasulullah saw bersabda:

مَنْ جَاءَ مَسْجِدِى هَذَا لَمْ يَأْتِهِ إِلاَّ الْخَيْرِ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِى سَبِيْلِ اللهِ

Barangsiapa mendatangi masjidku ini, dia tidak mendatanginya kecuali untuk kebaikan yang dipelajarinya atau diajarkannya, maka seperti mujahid di jalan Allah (HR. Ibnu Majah).

Dari uraian singkat di atas, menjadi amat penting bagi kita untuk terus mengembangkan kemaslahatan dalam kehidupan ini sehingga hal itu membuat Allah swt menjadi senang kepada kita dan jadilah kita menjadi hamba-hamba yang dicintai-Nya.

Oleh Drs. H. Ahmad Yani