Dam

0
20 views

Dam dalam bahasa arab berarti darah, secara istilah dam adalah tebusan yang berbentuk binatang ternak yang disembelih atau digantikan dengan makanan atau puasa atas pelanggaran atau tidak menyempurnakan kewajiban dalam ibadah haji dan umrah.

Macam-macam Dam

  1. Dam Ihsar

Dam ihsar adalah dam yang wajib dibayar oleh jama’ah haji yang tertahan, sehingga tidak mampu menyempurnakan manasik hajinya, karena sakit, haid dan tidak dapat menyelesaikan thawaf haji atau umrah, karena terhalang oleh musuh atau karena kendala yang lain. Maka damnya adalah dengan menyembelih seekor kambing, hal ini sesuai dengan firman Allah swt:

…. فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ….

Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), sembelihlah binatang hadyu yang mudah didapat. (QS. al-Baqarah [2]:196).  

  1. Dam haji tamattu’ dan haji qiran,

Yaitu dam yang wajib dibayar oleh orang yang mengerjakan umrah sebelum haji (dalam bulan-bulan haji) atau yang membaca talbiyah untuk haji dan umrah sekaligus. Tidak melontar jumrah, tidak bermalam di Mina, tidak bermalam di Muzdalifah, tidak berihram dari miqat, meninggalkan thawaf wada’, Hal ini didasarkan pada firman Allah swt,

…. فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۚ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ …..

”Maka barangsiapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan-bulan haji), (wajiblah ia menyembelih binatang hadyu) yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang hadyu atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) bila kamu telah pulang kembali.” (QS. al-Baqarah [2]:196).

  1. Dam fidyah.

Yaitu dam yang wajib dibayar atas jama’ah yang mencukur rambutnya karena sakit atau karena tertimpa sesuatu yang menyakitkan. Ini mengacu kepada firman Allah swt,

…. فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ ….

Jika ada di antara kamu yang sakit atau gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu berpuasa atau bershadaqah atau menyembelih binatang ternak sebagai dam. (QS. al-Baqarah [2]:196).

  1. Dam Jaza’.

Yaitu dam yang wajib dibayar oleh orang yang sedang ihram apabila berburu, yaitu dengan membayar kifarat (denda):

  1. Menyembelih binatang sebesar binatang buruannya atau
  2. Memberi makan kepada beberapa miskin atau
  3. Puasa beberapa hari.

Besarnya binatang yang disembelih, banyaknya puasa, dan banyaknya fakir miskin yang harus diberi makan ditentukan oleh hakim yang jujur. Jadi jenis kifarat (denda) nya bersifat pilihan, namun jumlah kifaratnya ditentukan oleh hakim yang dinilai jujur. Hal ini berdasarkan firman Allah swt,

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَقْتُلُواْ الصَّيْدَ وَأَنتُمْ حُرُمٌ وَمَن قَتَلَهُ مِنكُم مُّتَعَمِّداً فَجَزَاء مِّثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِّنكُمْ هَدْياً بَالِغَ الْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسَاكِينَ أَو عَدْلُ ذَلِكَ صِيَاماً لِّيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِ عَفَا اللّهُ عَمَّا سَلَف وَمَنْ عَادَ فَيَنتَقِمُ اللّهُ مِنْهُ وَاللّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ


“Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu membunuh binatang buruan ketika kamu sedang ihram, barang siapa yang membunuh (binatang buruan), balasannya dengan ternak sebesar yang diburunya yang ditetapkan oleh dua orang yang adil diantara kamu yang merupakan hadyu yang diantarkan ke ka’bah atau kaffarah dengan memberi makanan beberapa orang miskin atau puasa yang seimbang dengan itu, agar dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya…” (QS. al-Maidah [5]:95).

BAGI
Artikel SebelumnyaDesensitisasi
Artikel BerikutnyaMenuju Kehancuran Ummat