Dahsyat

0
17 views

Kata dahsyat dalam kamus besar Bahasa Indonesia mengandung arti menakutkan, mengerikan, hebat, dalam istilah keseharian kata dahsyat diungkapkan untuk suatu istilah yaitu menggambarkan sesuatu yang luar biasa, seorang mukmin akan dikatakan dahsyat apabila dalam hidupnya yang penuh dengan tantangan, cobaan, fitnah, godaan, sehingga bisa terjerumus kepada perbuatan maksiat dan dosa, namun jika pada akhirnya sadar, taubat dan kembali kepada Allah swt dengan istiqomah dalam jalan kebaikan maka itulah salah satu kedudukan seseorang yang bisa dikatakan dahsyat.

Dalam ungkapan lain kata dahsyat digunakan untuk sebuah perasaan kegembiraan yang tidak bisa digambarkan atau diungkapkan, seperti jika seseorang dalam kondisi badannya kedinginan, sampai tulangnya terasa ngilu karena terlalu dinginnya cuaca, maka ketika mendapatkan api yang bisa menghangatkan badannya dia akan merasakan suatu kegembiraan yang sangat berharga, dan karena sangat berharganya tidak bisa digambarkan.

Allah swt sangat senang dengan hambanya yang bertaubat, sebagaimana hadis dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al Anshori, pembatu Rasulullah saw, beliau berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,

اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ ، وَقَدْ أَضَلَّهُ فِى أَرْضِ فَلاَةٍ

Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747).

Seseorang dikatakan dahsyat ketika dalam hidupnya memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya kepada orang lain, dan itulah sebaik-baik manusia, sebagaimana sabda Rasulullah saw,

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Saudaraku, menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Setiap muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Ketika seseorang bisa memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah swt berfirman:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ

Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra[17]:7)

Kebaikan akan kembali kepada diri kita apabila kita melakukan kebaikan, memberikan manfaat kepada sesama dengan ikhlas kepada Allah swt, semoga Allah swt menjaga keikhlasan dalam setiap perbuatan kebaikan kita.

BAGI
Artikel SebelumnyaAlpa
Artikel BerikutnyaMarah