Ceramah yang Lucu dan Menggugah

0
46 views

Pada umumnya, seorang da’i menginginkan dirinya mampu berdakwah dengan efektif dan dapat diterima dengan baik oleh jama’ahnya. Tentu hal ini bukanlah hal yang mudah bagi setiap da’i. Terlebih lagi jika targetnya adalah menggugah kesadaran jama’ah lewat bahasa yang menarik, sehingga berkesan bagi mereka yang mendengarnya.

Untuk itu, dibutuhkan pembawaan ceramah atau retorika yang menarik untuk menghilangkan kesan yang selama ini melekat di sebagian masyarakat, bahwa mendengarkan ceramah adalah hal yang menjemukan. Salah satu solusinya adalah dengan menyiapkan materi ceramah yang memang dibutuhkan jama’ah serta diselingi dengan unsur humor untuk menghilangkan kejenuhan.

Buku Ceramah yang Lucu dan Menggugah ini merupakan buku yang bisa dijadikan referensi bagi da’i karena berisi contoh-contoh ceramah lucu dan menggugah, yang sudah biasa diceramahkan oleh penulisnya, Drs. H. Ahmad Yani.

Menurut sang penulis, ibarat masakan, humor itu seperti bumbu yang harus disesuaikan dengan porsi masakan. Karenanya humor tidak boleh terlalu banyak. Humor harus terkait dengan materi, tidak mengada-ngada, apalagi dusta. Humor juga tidak boleh menghina diri, kampung sendiri atau orang lain, tidak berkesan porno, dan tidak melanggar prinsip ajaran Islam. Sedangkan ceramah yang menggugah adalah ceramah yang disampaikan dengan penuh semangat, penghayatan, intonasi yang sesuai dengan isi pesan dan kalimat yang menyentuh hati serta mudah diterima oleh akal.

Buku ini sengaja dibuat dengan ukuran saku, sehingga mudah dibawa dan dibaca kapanpun dan dimanapun. Bahasa yang digunakan pun merupakan bahasa keseharian yang ringan dibaca. Selain itu, bahasan tema pun tidak dibuat berurutan yang harus dibaca dari awal ke akhir, sehingga pembaca bisa mulai menikmati bahasan dari halaman berapapun sesuai tema yang disukai pembaca.

Humor dan kisah menggugah yang disampaikan dalam buku ini pun banyak yang diambil dari kisah di jaman Rasulullah, para sahabat, serta kejadian kekinian yang selain bisa dihadirkan sisi humornya, bisa juga diambil hikmahnya. Sehingga, setelah mendengar ceramah tersebut, bukan hanya humor saja yang melekat dan dibawa pulang, tetapi hikmah dan pesan yang ingin disampaikan sang da’i.

Berikut salah satu contoh petikan ceramah yang berjudul Jelek Buntutnya:

Menafkahi keluarga dengan segala kebutuhannya merupakan kewajiban suami atau bapak. Namun kebutuhan yang banyak kadangkala membuat pendapatan suami tidak cukup.

Dulu, Rasulullah saw memberi ceramah sesudah subuh dengan tema sedekah. Yang hadir tidak hanya pria, tapi juga wanita. Sepulang dari masjid, Fatimah, isteri Abdullah bin Mas’ud masuk ke kamar. Ada sedikit harta yang diambilnya untuk disedekahkan kepada Rasul. Mendengar maksud itu, Ibnu Mas’ud mengatakan: “Kalau begitu sedekahkan saja kepada saya, karena saya juga lagi tidak punya uang.

Sang isteri tentu terkejut, karena yang biasa memberi uang seharusnya suami, maka isterinya bertanya:”Memang ada pahalanya?”.

“Tentu ada.” Jawab sang suami.

Isterinya tetap tidak percaya, Ibnu Mas’ud mengizinkan sang isteri untuk menerima Rasul. Ketika ditanya tentang itu, Rasul malah menjawab: “Pahala bukan hanya ada, tapi ada dua, yaitu pahala sedekah dan mengokohkan hubungan keluarga.”

Karena itu, suami lagi sulit lalu isteri membantu maka itu sedekah isteri kepada suaminya. Tentu suaminya menjadi senang. Namun bu, suami yang senang dan gembira kadang kala ucapannya tidak terkontrol. Saking gembiranya sampai mengatakan: “Kalau ada yang satu seperti kamu saya mau menikah dengannya.”

Yeeeh, jelek buntutnya..

“Maklumlah bu, cuma bercanda,” kata sang suami.

 

Judul Buku   : Ceramah yang Lucu dan Menggugah

Penulis         : Drs. H. Ahmad Yani

Penerbit       : LPPD Khairu Ummah

Volume        : 133 halaman