Calon Penghuni Neraka

0
44 views

Allah telah menciptakan surga sebagai balasan bagi orang-orang yang bertakwa. Adapun neraka, Allah mempersiapkannya sebagai balasan untuk orang-orang kafir dan muslim yang berbuat maksiat.

 “Orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS Faathir [35]: 7).

 

Muhammad Al-Shaayim, dalam bukunya Al-’arba`uun al-mubasyiruun bi al-naar ini, memaparkan kisah 40 orang yang dikabarkan di dalam al-Qur’an sebagai ahli neraka. Mereka merupakan pemimpin kaum kafir dan orang muslim yang berdosa atau berbuat maksiat. Mereka adalah orang-orang yang sesat, tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga menyesatkan untuk orang lain.

 

www.nuansaislam.com/infobukuDi antara 40 orang yang disebut dalam buku ini adalah Bal’am bin Ba’urah. Bal’am adalah salah satu ulama sesat dari kalangan Bani Israel -pada masa nabi Musa- yang terkenal dan dihormati kaumnya karena ilmunya luas dan do’anya mustajab. Namun sayang, dengan ilmu pengetahuannya, ia  telah membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat.

 

Dalam Mukhtashar Tafsir Ibn Katsiir, Bal’am merupakan orang yang diceritakan kisahnya oleh Allah dalam al-Qur’an surat Al-A’raaf ayat 175-177; “Dan bacakanlah (wahai Muhammad) kepada mereka berita yang kami berikan kepada ayat-ayat Kami, kemudian ia tidak mengindahkannya lantas ia digoda oleh syaitan, maka ia termasuk orang yang sesat. Dan kalau Kami kehendaki, tentu kami dapat tinggikan derajatnya dengan mengikuti ayat-ayat-Ku itu, tetapi ia condong kepada kesenangan dunia dan mengikuti hawa nafsunya. Perumpamaannya seperti anjing; jika kau halau dijulurkannya lidahnya, dan jika engkau biarkan saja maka dijulurkannya pula lidahnya. Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan mereka menzalimi diri sendiri”.

 

Nama lain yang juga disebut dalam buku ini termasuk 40 orang yang dikabarkan oleh al-Qur’an masuk neraka adalah Abu Lahab beserta istrinya, Umu Jamil. Dalam surah al-Masad (al-Lahab) ayat 1-5 dikisahkan:

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut”.

 

Al-Walid bin al-Mughirah juga dikisahkan dalam buku ini. Al-Walid adalah salah seorang tokoh utama kaum Quraisy di Makkah.  

Tentang al-Walid sendiri, diceritakan bahwa suatu hari al-Walid bertemu dengan Abu Bakar ra. dan bertanya kepadanya tentang al-Qur’an. Setelah Abu Bakar ra menjelaskan, dia berkata, “Sungguh menakjubkan apa yang dikatakan oleh Muhammad. Demi Allah, apa yang dikemukakannya itu bukan syair, bukan sihir, dan bukan pula ocehan orang gila. Apa yang diucapkannya itu benar-benar merupakan firman Allah.”
 
Melihat itu, orang-orang Quraisy berkata,”Demi Allah, al-Walid telah berpindah agama, dan setiap orang Quraisy juga jangan-jangan akan berpindah agama”. Kemudian mereka membawa Abu Jahl kepada al-Walid, menggugah kesombongan dan gengsinya atas nasab dan hartanya, lalu meminta al-Walid untuk mengatakan tentang al-Qur’an suatu perkataan yang bisa menunjukkan kepada kaumnya bahwa dia tidak suka terhadap al-Qur’an. Al-Walid berkata,”Lalu aku harus berkata apa tentang al-Qur’an? Demi Allah, tidak ada seorang pun dari kalian yang lebih paham dariku tentang syair, rajaz, qasidah, atau syair jin (mantra). Demi Allah, al-Qur’an sama sekali tidak menyerupai semua itu. Demi Allah! Sesungguhnya dalam kalimat-kalimat al-Qur’an ada kenikmatan dan di dalamnya juga ada keindahan yang luar biasa. Sesungguhnya al-Qur’an akan melindas apa saja yang ada di bawahnya, ia amat tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya”. Maka Abu Jahl berkata,”Demi Allah, kaummu tidak akan ridha sampai engkau mengatakan apa yang kuminta”. Al-Walid berkata,”Kalau begitu, biarkan aku berpikir dahulu”. Setelah berpikir, dia berkata,”Sesungguhnya al-Qur’an itu tidak lain kecuali sihir yang dilontarkan. Tidakkah engkau lihat bahwa ia telah memisahkan antara seorang lelaki dari keluarga dan kerabat-kerabatnya?”

 

Al-Qur’an mengisahkan tentang al-Walid bin al-Mughirah dalam surah al-Muddatstsir ayat 18-26:

Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), Maka celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?, Kemudian dia memikirkan, sesudah itu dia bermasam muka dan merengut, kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata: “(Al Qur’an) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), ini tidak lain hanyalah perkataan manusia”. Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar”.

 

Untuk mengetahui lebih lengkap lagi mengenai isi buku ini, silahkan mengunjungi IDLA (Ikhlas Digital Library of Al-Qur’an), Jl. K.H. Fakhruddin no.6 Tanah Abang Jakarta Pusat, telp. 021-3912369.

 

 

Judul Buku       : الأ ربعون المبشرون باالنار

                           Al-’arba`uun al-mubasyiruun bi al-naar

Pengarang       : Muhammad Al-Shaayim

Penerbit           : al-maktabah al-Taufiqiyyah, Kairo

Bahasa             : Arab

Volume             : 176 halaman

Dimensi            : 17×24 cm

BAGI
Artikel SebelumnyaTanda–Tanda Cinta Kepada Allah
Artikel BerikutnyaSayang Anak