Cahaya Hati

0
146 views

Menjelang kelulusannya, seorang murid datang kepada gurunya untuk diberi nasehat, wejangan, dan tausiyah agar tugas dakwahnya bisa dilakukan dengan baik. Sang murit sangat berharap di hujani sekian banyak nasehat karena dalam benaknya bisa jadi dia tidak akan bertemu lagi dengan sosok guru yang begitu penuh wawasan, tutur katanya lembut menyentuh dan semangat menyampaikan nilai kebaikan kepada orang lain begitu membara…

Sang guru mulai berkata :” Yang terpenting dalam berdakwah, ketika engkau menyampaikan satu nilai kepada orang lain maka perhatikanlah kondisi hatimu, sampaikanlah semua kebaikan itu dari hatimu, bicaralah dengan hati, karena sesuatu yang datang dari hati –insyaAllah- akan sampai ke hati pula”.

Tentunya engkau tau ! lanjut gurunya. Sebuah radio akan menangkap siaran dari stasium pemancar radio jika disamakan gelombangnya. Demikianlah seorang da`I, ia bagaikan stasiun pemancar dan orang-orang yang akan menerima pesan dakwahnya bagaikan radio, maka dari itu kondisikan hatimu karena ia akan menyamakan gelombang para penerima pesan dakwah dengan apa yang kau sampaikan-bi idznillah. Jabi ingatlah selalu ! dan jangan pernah lupa, retorika dakwah, gaya bahasa, psikologi dakwah, cara yang baik untuk tampil di depan khalayak  semua itu penting, namun sebelum semua itu ada hal yang paling mendasar dan sangat berpenagaruh ,“Kondisikan hatimu, lakukan segalanya ikhlas hanya karena-Nya”

Yahya bin Muadz pernah mengatakan : “Barangsiapa yang memusatkan hatinya kepada Allah swt, niscaya akan terbukalah sumber-sumber hikmah dalam hatinya dan mengalir melalui lisannya.”

Syeh Abdul Qadir Jailani juga pernah mengatakan, “Jadikanlah dirimu pribadi yang ikhlas, maka bahasa lisanmu akan tajam dan mudah diterima”  

BAGI
Artikel SebelumnyaKifarat
Artikel BerikutnyaDo’a Saat Mendengar Petir