Bulan Sabit: Apakah itu Simbol Islam?

0
234 views

Bulan sabit dan bintang diakui secara internasional sebagai simbol Islam. Simbol itu terlihat pada bendera beberapa negara-negara Muslim, dan bahkan bulan sabit dan bintang adalah bagian dari lambang resmi untuk Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Orang-orang Kristen mempunyai salib, Yahudi mempunyai bintang Daud, dan umat Islam memiliki bulan sabit, kan?

Sejarah apa yang ada di balik simbol bulan sabit? Itu melambangkan apa dan artinya apa? Bagaimana dan kapan itu menjadi terkait dengan Islam? Apa simbol yang valid untuk Islam?

i89.photobucket.comSebenarnya bulan sabit dan bintang adalah simbol pra-Islam yaitu beberapa ribu tahun sebelum Islam. Sulit untuk memastikan informasi tentang asal-usul simbol ini, tetapi kebanyakan sumber sepakat bahwa dulu simbol kuno ini digunakan oleh bangsa-bangsa Asia Tengah dan Siberia dalam ibadah mereka kepada matahari, bulan, dan dewa-dewa langit. Ada juga laporan bahwa bulan sabit dan bintang digunakan untuk merepresentasikan dewi orang Kartago, Tanit atau dewi Yunani, Diana.

Kota Byzantium (kemudian dikenal sebagai Konstantinopel dan Istanbul) mengadopsi bulan sabit sebagai simbolnya. Menurut beberapa laporan, mereka memilih simbol itu untuk menghormati Dewi Diana. Laporan lain menunjukkan bahwa simbol itu tanda adalah masa-masa kembali ke pertempuran di mana orang-orang Romawi mengalahkan orang-oarng Goth pada hari pertama bulan lunar. Dalam banyak peristiwa, bulan sabit adalah fitur pada bendera kota yang telah dipakai bahkan sebelum kelahiran Kristus.

Komunitas Muslim awal tidak benar-benar memiliki sebuah simbol. Selama masa Nabi Muhammad Saw., pasukan Islam dan kafilah dagang mengibarkan bendera sederhana berwarna solid (umumnya hitam, hijau, atau putih) sekadar untuk tujuan penandaan. Pada generasi kemudian, para pemimpin Muslim terus menggunakan warna sederhana hitam, putih, atau bendera hijau tanpa tanda, tulisan, atau semacam simbol di atasnya.

Tidak sampai Kekaisaran Utsmani bulan sabit dan bintang telah berafiliasi dengan dunia Muslim. Ketika bangsa Turki menaklukkan Konstantinopel (Istanbul) pada tahun 1453, mereka mengadopsi bendera dan simbol kota yang telah dimiliki kota tersebut sebelumnya. Legenda menyatakan bahwa pendiri Kekaisaran Utsmani, Utsman, bermimpi di mana bulan sabit membentang dari satu ujung bumi ke ujung lainnya. Menganggap ini sebagai pertanda baik, dia memelihara tanda sabit ini dan menjadikannya sebagai simbol dinastinya. Ada spekulasi bahwa lima sinar pada bintang itu mewakili lima rukun Islam, tapi ini murni dugaan. Kelima sinar pada bintang itu bukan standard bendera Utsmani, dan hingga kini masih bukan standard pada bendera-bendera yang digunakan di dunia Islam saat ini.

Selama ratusan tahun, Kekaisaran Utsmani menguasai dunia Muslim. Setelah berabad-abad mengalami pertempuran dengan Kristen Eropa, dapat dipahami mengapa simbol-simbol kerajaan ini mempunyai hubungan dengan alam pikiran orang dengan iman Islam secara keseluruhan.

Berdasarkan sejarah ini, banyak umat Islam menolak menggunakan bulan sabit sebagai simbol Islam. Islam secara historis tidak memiliki simbol, dan banyak yang menolak untuk menerima apa yang pada dasarnya merupakan ikon pagan kuno. Yang pasti simbol ini bukan kesepakatan umum umat Islam.

Hal ini menimbulkan pertanyaan alternatif. Apa “simbol” lain yang mewakili Islam? Apakah perlu memiliki sebuah simbol? Jawabannya ada pada kita semua.[]

By Huda, About.com Guide

Sumber: http://islam.about.com/od/history/a/crescent_moon.htm?nl=1, diakses pada 11 Maret 2010