Bisikan Jiwa

0
51 views

bisikan jiwaManusia bukan malaikat dan bukan syetan. Posisi ini menunjukkan keunikan sekaligus keistimewaan manusia sebagai makhluk Tuhan dan khalifah di bumi ini. Letak keunikan manusia tersebut adalah karena dalam diri manusia terkumpul sifat malakiyah (ruhani ilahi) dan syaithaniyah (hewani jasadi). Andai dunia diibaratkan panggung sandiwara maka tarik menarik antara potensi ruhani dan jasadi menjadi alur tersendiri yang membuat cerita kehidupan dunia kian menarik.

Sejarah kecenderungan hawa nafsu dan godaan syetan pada diri manusia dimulai sejak Adam melanggar perintah Allah untuk tidak mendekati sebuah pohon di surga, wa laa taqrabaa haadzihi syajarah. Kejadian ini mengundang murka Tuhan dan mengakibatkan diusirnya Adam dan Hawa ke dunia. Sejak itulah diri manusia diuji kefitrahannya.

Setiap ujian butuh godaan dan persoalan. Tuhan sudah menyediakan instrumen pendukung untuk menguji manusia yaitu hawa nafsu. Hawa nafsu bertugas merayu manusia dengan membisikkan kejahatan, keburukan, yang mengarah pada pleasure prinsiple, prinsip kesenangan duniawi dan jasadi dan menjauhkannya dari kecenderungan ruhani/ukhrawi.

Bisikan halus yang menggoda tersebut biasanya dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana sebingga manusia secara tidak sadar telah terjatuh dalam kesalahan dan kejahatan secara bertahap. Dan pada akhirnya hal tersebut mengarah kepada ketidakpedulian terhadap bisikan suara hati nurani, ajaran yang baik serta mendorong pelakunya untuk mewujudkan keinginan secara instan.

Bisikan/godaan selalu menyerang melalui sisi-sisi lemah seseorang sehingga tidaklah mudah untuk menghalanginya. Orang menjadi ragu untuk mengambil suatu keputusan karena pilihan lainnya lebih menggoda dan menguntungkan diri pribadi meskipun tidak selayaknya. Dalam situasi tersebut, orang mengalami kesulitan untuk memelihara kedekatannya dengan Tuhan, serta tidak menyadari kehadiran Tuhan dalam hidupnya sehari-hari.

Melawan bisikan hawa nafsu dari dalam diri kita sendiri lebih berat dari melawan godaan dari luar. Dengan pertolongan Tuhan dan kita dapat mengenali godaan yang ada dan mencoba mengatasinya. Oleh karena itu, kita diperintahkan oleh Allah untuk memohon perlindungan kepada Pemilik, Pemelihara, dan Raja manusia (Allah swt) dari segala macam bisikan dan godaan-godaan jiwa yang tersembunyi dan menjerumuskan manusia ke lembah kehinaan (lihat surah an-Naas ayat 1-4).