Bidadari Bumi

0
48 views

info bukuAku memandangnya takjub tanpa beranjak dari tempat tidurku, sekilas dari cahaya remang-remang kusaksikan matanya yang sembab dan air mata mengalir membasahi pipinya yang mulai keriput. Aku terus memandanginya sampai mataku tak bisa lagi berkompromi. Aku kembali tak sadarkan diri, tertidur pulas sekali.

Aku terbangun lagi dan segera kulihat jam yang kutaruh di bawah bantalku, jam dua dini hari. Tenda masih gelap, tak ada suara, begitu sunyi, senyap, semua orang sepertinya sudah tertidur lelap.

Namun Subhanallah….

Hubabah Khadijah kulihat masih berdiri dalam sholatnya entah di rakaatnya yang keberapa. Aku memandanginya dengan iri kali ini, dan bukan air mata di pipinya yang kusaksikan dalam keremangan cahaya tapi justru seulas senyum terpancar dari wajahnya dan kulihat tak ada tanda kelelahan di sana.

Aku terkesima dan takjub luar biasa. Sungguh seumur hidup, baru kali ini aku menyaksikan seseorang sholat di sepanjang waktu malam, dan andai tak menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri barangkali aku tak pernah percaya bahwa di zaman sekarang ini masih ada seseorang yang melakukannya..

Petikan kisah ini bukanlah cerita fiksi yang tokohnya hadir lewat imajinasi sang pengarang. Ini merupakan kutipan dari kisah nyata yang dialami Halimah Alaydrus, sang penulis buku “Bidadari Bumi” 9 Kisah Wanita Salehah.

Buku ini berkisah tentang wanita mulia yang patut dijadikan teladan dalam kehidupan – terutama bagi muslimah yang di abad ini mengalami krisis keteladanan wanita-wanita salehah. Kisah-kisah kehidupan yang menyentuh hati, dramatik, serta mengalir apa adanya, disajikan secara indah dalam buku ini. Menariknya lagi, tokoh-tokoh yang dikisahkan dalam buku ini pun bukanlah wanita-wanita yang datang dari negeri dongeng. Bukan pula bidadari yang ada di surga sana. Mereka ada di sini, di bumi ini.

Yang juga menjadi nilai tambah buku ini serta menjadi kekuatan ceritanya adalah kemampuan penulis untuk menghadirkan pengalaman suka dukanya selama belajar di kota Tarim-Hadramaut Yaman, saat ia berjumpa satu persatu dengan tokoh-tokoh yag diceritakannya. Membacanya seolah berhadapan langsung dengan mereka dan kita serasa ikut serta memetik pelajaran-pelajaran berharga dari mereka.

Tulisan ini hadir di saat sang penulis membutuhkan seorang figur wanita yang bisa diteladani saat ini. Meskipun sudah dikenalkannya seorang wanita salehah semisal Khadijah istri Nabi atau Fatimah puteri Nabi dalam sejarah Islam, penulis merasa membutuhkan contoh yang lebih dekat dan nyata dengan kehidupan di zaman sekarang ini. Penulis membutuhkan Khadijah dan Fatimah abad ke-20, begitulah kira-kira..

Halimah Alaydrus merupakan wanita kelahiran Indramayu Jawa Barat. Beliau mengecap pendidikan terakhirnya di Daruz Zahro Tarim Hadhramaut Yaman. Saat ini ia aktif mengajar di berbagai majelis taklim di DKI Jakarta dan sekitarnya. Selain itu ia juga melakukan Rihlah Dakwah dan ilmiah di berbagai propinsi di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Oman.

Biarkanlah kedua matamu menangis dan daun hatimu terkuak oleh rasa keindahan yang kau temukan pada akhlak manusia-manusia wanita dalam buku ini. Biarkanlah saraf-saraf reseptormu bergetaran dan dengan gemetaran pula kalbumu menuntunmu meneriakkan kalimatNya dengan rasa cinta, rindu pada Allah SWT yang tak kuat ditanggung dada, dan biarkanlah muncul keinginanmu mengikuti ketaatan mereka menjadi wujud nyata pada dirimu sebagai bukti kebesaranNya. Sungguh, dalam buku ini ada kisah-kisah pembuka rahasia jiwa (Neno Warisman) 

Judul Buku     : Bidadari Bumi; 9 Kisah Wanita Salehah

Penulis          : Halimah Alaydrus

Penerbit        : Wafa Production

Cetakan        : keempat, Juni 2010

Volume          : 147 halaman

BAGI
Artikel SebelumnyaTaqlid
Artikel BerikutnyaTugas Ibu Rumah Tangga