Berwudhu; Syariat Yang Membugarkan

0
31 views

Banyak ilmuwan menegaskan bahwa ketika cahaya mengenai percikan atau tetesan air akan menimbulkan gelombang elektromagnetik tertentu yang mempunyai pengaruh terhadap organ tubuh manusia. Gelombang ini dapat membuat organ tubuh menjadi lebih rileks.

Hal ini akan berdampak pada hilangnya atau berkurangnya rasa sakit akibat adanya ketegangan pada organ tersebut. Disaat yang sama juga dapat memberikan rasa nyaman pada jiwa. Walhasil dapat menetralisir amarah yang memuncak dan mengurangi rasa sakit pada tubuh. 

Ternyata kita mendapati hal ini pada sabda Rasulullah saw. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki menemui `Urwah bin Muhammad sejurus kemudian laki-laki itu mengkata-katai beliau dengan perkatanan yang membuatnya marah. Sejenak kemudian beliau pun bergegas pulang lalu berwudhu.

Maka ketika ditanya tentang hal tersebut, beliau berkata : Ayahandaku menyampaikan kepadaku satu hadits dari kakekku,  bahwa Rasulullah saw pernah bersabda :

  إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ 

” Sesungguhnya amarah itu dari syetan, dan syetan itu tercipta dari api, sedang api itu akan padam oleh air, maka jika seorang diantara kalian marah, hendaklah ia berwudhu”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud) 

Kalaulah wudhu adalah sesuatu yang mesti dilakukan sebelum shalat, maka orang yang memulai shalatnya dengan baik dan tentunya diawali dengan berwudhu secara benar, bersamaan dengan itu syaraf-syarafnya akan lebih tenang dan jiwanya lebih rileks. 

Betapa indah ungkapan Rasulullah saw ketika pada satu kondisi beliau meminta Bilal bin Rabbah untuk mengumandangkan adzan Ashar dengan “Arihnaa bihaa Ya Bilaal..!” “Duhai Bilal.., Rehatkan kita semua dengannya – maksudnya adalah dengan menunaikan shalat. 

 

Sumber : “Al-Ma`aarif ath-thibbiyyah fii dhau`il Qur’an”