Bagaimana Menjadi Pemimpin Sejati

0
37 views

Sistem demokrasi yang dianut negeri ini telah membawa fenomena baru dalam pemilihan pemimpin-pemimpin daerah di nusantara. Saat ini, tengah marak pencalonan para artis menjadi kepala daerah ataupun anggota legislatif dengan modal kepopulerannya. Bahkan, beberapa artis yang dinilai oleh sebagian masyarakat ‘cacat moral’ pun akhirnya berani mencalonkan diri. Hal ini pula yang menimbulkan polemik perlu tidaknya syarat moral untuk calon kepala daerah.

Pemimpin atau pejabat merupakan seorang yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan suatu masyarakat. Mereka yang menduduki posisi tersebut -karena kedudukannya yang mulia di hadapan orang lain- mendapatkan penghormatan dari banyak orang. Sehingga, banyak orang yang memperebutkannya dan berusaha meraihnya dengan berbagai cara.

Padahal dalam Islam, kepemimpinan merupakan sesuatu yang amat berat. Karena, setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt dari apa yang dipimpinnya. Pemimpin yang dalam Islam kadangkala disebut juga sebagai Imam, merupakan seorang yang harus berada di depan guna memberi keteladanan dalam kebaikan. Oleh karena itu, baik pemimpin maupun yang dipimpin harus memahami hakikat kepemimpinan, terutama dalam pandangan Islam.

Ulasan mengenai bagaimana seharusnya menjadi pemimpin dan orang seperti apa yang layak dipilih menjadi pemimpin, dengan cukup detail dibahas dalam buku karya Drs. A. Yani yang berjudul Bekal Menjadi Pemimpin ini.

Menurut penulis, seorang pemimpin harus mampu berfungsi sebagai perencana, pengorganisir, pendorong terlaksananya kegiatan, dan mengontrol atau mengevaluasi jalannya upaya mencapai tujuan.

Dalam tulisannya, penulis juga menyebutkan kriteria ideal seorang pemimpin yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits, di antaranya adalah yang terdapat dalam QS  As-Sajdah ayat 24 dan QS Al-Anbiya ayat 73.

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS  As-Sajdah ayat 24)

Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah. (QS Al-Anbiya ayat 73)

Dari dua ayat tersebut penulis menyimpulkan bahwa ada lima kriteria dari sekian banyak kriteria yang harus ada pada diri seorang pemimpin, yaitu: membimbing masyarakat sesuai petunjuk Allah Swt, sabar dalam memimpin, memiliki keyakinan yang benar, berkarakter baik, serta rajin beribadah.

Lebih lanjut, dengan gaya bahasa yang mudah dipahami serta diuraikan dengan sistematis, penulis juga membahas mengenai hakikat kepemimpinan dalam Islam, bagaimana menjadi pemimpin sejati, akhlak seorang pemimpin, pentingnya musyawarah dalam memimpin, dan bahasan lainnya yang bisa menjadi bekal bagi seorang yang akan mencalonkan diri menjadi pemimpin ataupun sudah menjadi seorang pemimpin.

Dengan adanya bekal tersebut pada diri seorang pemimpin diharapkan bisa membawa dirinya lebih efektif memainkan peran dan fungsi kepemimpinan yang telah diamanahkan kepadanya, baik itu kepemimpinan dalam skala kecil maupun besar. Bekal ini juga sangat bermanfaat bagi mereka yang akan memilih calon pemimpin, sehingga tidak salah dalam menempatkan seseorang pada posisi penting tersebut.

Judul Buku     : Bekal Menjadi Pemimpin

Penulis          : Drs. H. A. Yani

Pengantar      : Hidayat Nur Wahid

Penerbit        : Pustaka Intermasa

Volume         : 126 halaman