Basyar

0
13 views

Kata basyar terambil dari akar kata bâ’(بَاء), syîn (شِيْن), dan râ’ (رَاء), yang pada mulanya berarti penampakan sesuatu dengan baik dan indah. Dari akar kata yang sama lahir kata basyarah yang berarti kulit. Manusia dinamai basyar karena kulitnya tampak jelas, dan berbeda dengan kulit binatang yang lain.

Al-Quran menggunakan kata ini sebanyak 36 kali dalam bentuk tunggal dan sekali dalam bentuk mutsannâ (dua) untuk menunjuk manusia dari sudut lahiriahnya serta persamaannya dengan manusia seluruhnya. Karena itu Nabi Muhammad saw.
diperintahkan untuk menyampaikan bahwa ia adalah manusia biasa seperti manusia pada umumnya, Allah swt berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ  

Aku adalah basyar (manusia) seperti kamu yang diberi wahyu …(QS Al-Kahf [18]: 110).

Ayat-ayat Al-Qur’an yang menggunakan kata basyar diamati mengisyaratkan bahwa proses kejadian manusia sebagai basyar, melalui tahap-tahap hingga mencapai kedewasaan, Allah swt berfirman:

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya (Allah) menciptakan kamu dari tanah, kemudian ketika kamu menjadi basyar kamu bertebaran (QS Al-Rum [30]: 20).

Bertebaran di sini bisa diartikan berkembang biak akibat hubungan seks atau bertebaran mencari rezeki. Kedua hal ini tidak dilakukan oleh manusia kecuali oleh orang yang memiliki kedewasaan dan tanggungjawab. Karena itu pula Maryam a.s. mengungkapkan keheranannya dapat memperoleh anak, padahal dia belum pernah disentuh oleh basyar (manusia dewasa yang mampu berhubungan seks) sebagaimana firman Allah swt.

قَالَتْ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ

Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki(basyar) (QS Ali ‘Imran [3]: 47).

Kata bâsyirûhunna yang digunakan oleh Al-Qur’an sebanyak dua kali (QS Al-Baqarah [2]: 187), juga diartikan dengan hubungan seks.

Demikian terlihat basyar dikaitkan dengan kedewasaan dalam kehidupan manusia, yang menjadikannya mampu memikul tanggungjawab. Dan karena itu pula, tugas kekhalifahan dibebankan kepada basyar, perhatikan QS Al-Hijr [15]: 28 yang menggunakan kata basyar),

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ

Dan ingatlah, ketika Tuhan-mu berfirman kapada para malaikat,”sungguh Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari Lumpur hitam yang diberi bentuk (QS Al-Hijr [15]: 28)

Dan QS Al-Baqarah (2): 30 yang menggunakan kata khalifah, yang keduanya mengandung pemberitaan Allah kepada malaikat tentang manusia.

Sumber: Wawasan al-Qur’an, Ensiklopedia al-Qur’an 1/137-18