Bahasa Arab : Menanyakan Kabar

0
87 views

Dalam mengawali percakapan atau ketika bertemu setelah mengucapkan salam, satu hal yang sering ditanyakan adalah tentang kabar.

Apa Kabar ?

Untuk menanyakan kabar secara umum, biasa dengan ungkapan seperti ini ;

كَيْفَ الْحَالُ ؟

“Kaifal haal” (Apa kabar..?)

Ungkapan ini bisa dikatakan laki-laki atau perempuan dan ditujukan baik untuk laki-laki atau perempuan.

Kadang dalam menanyakan kabar disertakan kata “kamu/anda” misalnya “Bagaimana kabar anda ? maka ungkapan yang digunakan adalah ;

كَيْفَ حَالُك ؟

“Kaifa Haaluk..” (Bagaimana kabarmu?)

Jika dibaca demikian maka ini bisa dikatakan oleh laki-laki atau perempuan kepada seorang laki-laki atau perempuan. Namun jika huruf yang terahir dibaca (tidak seperti membaca waqaf) maka akan berbeda tergantung siapa yang ditanya. Jika yang ditanya laki-laki maka huruf terahir dibaca “Ka” jika yang ditanya perempuan makan huruf terahir dibaca “Ki”.

Misalnya kita bertanya kepada Ahmad, maka ungkapannya adalah

كَيْفَ حَالُكَ ؟

“Kaifa haaluka ?

Jika bertanya kepada Fathimah ;

كَيْفَ حَالُكِ ؟

“Kaifa Haaluki ?”

Perbedaan pemakaian ini akan lebih terasa ketika dalam menanyakan kabar, kita iringi dengan menyebut nama atau yang mewakili namanya, misalnya : Bagaimana kabarmu wahai Ahmad ? atau Bagaimana kabarmu wahai Fathimah ?

كَيْفَ حَالُكَ يَا أَحْمَد ؟

“Kaifa haaluka yaa Ahmad ?”

(Bagaimana kabarmu wahai Ahmad)

Jika yang ditanya perempuan ;

كَيْفَ حَالُكَ يَا فَاطِمَة ؟

“Kaifa haaluki yaa Fathimah ?”

(“Bagaimana kabarmu wahai Fathimah ?)

Bisa juga kita dahulukan menyebutkan nama yang ditanya,

كَيْفَ حَالُكَ ؟ يَا أَحْمَد

“Yaa Ahmad, Kaifa Haaluk ?”

يَا فَاطِمَة كَيْفَ حَالُكَ ؟

“Yaa Fathimah, Kaifa Haaluk ?

Atau dengan tidak menyertakan kata anda/kamu ;

كَيْفَ الحَالُ ؟ يَا أَحْمَد

“Yaa Ahmad, Kaifal haal ?”

يَا فَاطِمَة كَيْفَ الحَالُ ؟

“Yaa fathimah, Kaifal haal ?”

Alhamdulillah, Kabar Saya baik.

Inilah ungkapan yang sering dijadikan jawaban atas beberapa model pertanyaan diatas, biasa diungkapkan dengan ;

بِخَيْرٍ الحَْمْدُ لِلّهِ

“Bi khoirin Alhamdulillah”

(kabar saya baik, Alhamdulillah)

Kita juga bisa menukar sesuannya dengan mendahulukan kalimat hamdalah;

الحَْمْدُ لِلّهِ بِخَيْرٍ

“Alhamdulillah… bi khoir..”

Secara makna tidak ada perbedaan.

Semoga bermanfaat.