AWAS! Bahaya Makanan terhadap Kanker Colon

0
167 views

Oleh Fadhila Nafilah Azzahra

Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Tahun 2012, PTM (Penyakit Tidak Menular) merupakan penyebab utama kematian di Indonesia dan Global. Hal ini dibuktikan dengan data WHO, dari 57 juta kematian pada 2008 sebanyak 36 juta atau hampir dua pertiga kematian disebabkan oleh PTM. Salah satu jenis PTM yang mematikan adalah penyakit kanker. (Kementerian Kesehatan, 2012)

Penyakit kanker, menyebabkan sebanyak 8.201.575 kematian di seluruh dunia, dengan kelima terbanyak yaitu kanker kolorektal (8,4%) (IARC dalam Kementerian Kesehatan, 2015). Di Indonesia, kanker ini diderita sekitar 12,8 per 100.000 penduduk usia dewasa yang menyumbang 9,5 % kematian dari seluruh kasus kanker, sehingga kanker kolorektal ini menempati urutan ketiga dengan kasus kematian terbesar (Kementerian Kesehatan, 2017). Namun, masih sedikit masyarakat yang peduli terhadap jenis kanker ini.
Menurut National Cancer Institute, kanker kolorektal atau kanker kolon merupakan penyakit kanker yang dimulai di usus besar (colon) atau rektum. Colon dan rectum ini merupakan bagian dari sistem pencernaan paling bawah, yang berfungsi untuk menyerap air dan nutrisi dari makanan dan tinja yang masih belum terserap oleh usus halus.
Menurut penelitian seorang kepala pada bagian hematologi dan onkologi Banner MD Anderson Cancer Canter Tahun 2017, salah satu faktor yang penyebab kanker kolon yaitu faktor lingkungan yang difokuskan pada lifestyle (pola makan) individu. Hal ini mendukung pernyataan Kementerian Kesehatan (2017) yang mengatakan bahwa tingginya kasus kanker kolorektal di Indonesia salah satunya disebabkan oleh perubahan pola makan masyarakat dimana sudah bergeser kearah cara konsumsi makan orang barat (westenisasi) dengan konsumsi tinggi terhadap lemak dan rendah terhadap serat.
Menurut penelitian tersebut, pola makan yang menyebabkan tingginya risiko kanker kolon yaitu konsumsi tinggi daging merah, dan rendah serat. Selain itu, obesitas dan resistensi insulin atau dikenal dengan kencing manis (Diabetes tipe II), juga dapat meningkatkan risiko kanker kolon. (Dragovich, 2017)
Faktor lain yang disebutkan oleh Kementerian Kesehatan (2017) mengenai alasan tingginya angka kejadian kanker kolon di Indonesia yaitu masih belum adanya skrining yang merata sehingga kasus yang ditemukan sudah dalam stadium lanjut sehingga sangat sulit untuk diobati. Apabila ditemukan sejak dini, penyakit ini masih besar kemungkinannya untuk dapat diobati.
Dengan pemaparan diatas dapat terlihat bahwa kanker kolon ini merupakan penyakit yang perlu untuk diperhatikan dan diwaspadai. Penyakit ini juga dapat ditanggulangi apabila ditemukan saat stadium masih sangat awal, dan dapat dicegah melalui pengaturan pola makan individu. Oleh karena itu penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara pencegahannya.
Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker kolon yaitu dengan merubah pola hidup atau lifestyle khususnya pada pola makan yaitu dengan meninggalkan atau mengurangi makanan yang tinggi lemak serta karbonidrat seperti junkfood, dan konsumsi tinggi daging merah. Selanjutnya memperbanyak konsumsi serat tinggi seperti sereal, sayur, buah – buahan dan biji- bijian yang terbukti efektif menurunkan risiko kanker usus besar. (Dragovich, 2017). Selain itu, pencegahan lain yang dapat dilakukan yaitu dengan mengenali gejala – gejala penyakitnya dan segera datang ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan deteksi dini kanker kolon tersebut. (Kementerian Kesehatan, 2017)

Daftar Pustaka
Dragovich, T. (2017). Colon Cancer: Practice Essentials, Background, Pathophysiology. [online] Emedicine.medscape.com. Available at: https://emedicine.medscape.com/article/277496-overview#a5 [Accessed 2 Jan. 2018].
Kementerian Kesehatan RI (2012). Penyakit Tidak Menular. [online] Available at: http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/buletin/buletin-ptm.pdf [Accessed 6 Dec. 2017].
Kementerian Kesehatan (2015). Situasi Penyakit Kanker. [online] Available at: http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/buletin/buletin-kanker.pdf [Accessed 6 Dec. 2018].
Kementerian Kesehatan (2017). Kanker Kolorektal. [online] Available at: http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/PNPKkolorektal.pdf [Accessed 2 Jan. 2018].
National Cancer Institute (n.d). Colorectal Cancer. [Online] Available at : https://www.cancer.gov/types/cororectal [Accessed 6 Dec. 2017]