Apa Itu Dunia Muslim?

0
52 views

Kunjungan Barack Hossein Obama, Presiden AS, ke beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Muslim menuai banyak pujian namun tidak sedikit yang meragukan niat sebenarnya di balik diplomasi ala AS itu. Ada pihak yang bilang, “Sederhana saja. AS sedang mengalami krisis hingga mereka harus “bersikap baik” terhadap seluruh dunia-terutama yang penduduknya mayoritas Muslim-agar pemulihan ekonomi mereka tidak terganggu. Jika nanti ekonomi AS pulih, tidak ada jaminan mereka tetap “bersikap baik”.”

Terlepas dari semua itu, ada sebuah artikel yang menyoroti sisi lain dari kunjungan Obama yang ditulis oleh Scott Carpenter berjudul What Muslilm World? dalam foreignpolicy.com. Menurut Carpenter, Obama melakukan kesalahan pada retorika pidatonya ketika Obama menyebut kata: the Moslem world (dunia Muslim) karena istilah Mosleom world itu sendiri bermasalah. Dengan menyebut istilah itu, Obama sedang menegaskan adanya kamlkitai (Amerika/Barat) dan mereka (Islam) yang sedang berhadap-hadapan karena berbeda kepentingan. Padahal, kata Carpenter, logika kita vs mereka hanyalah imajinasi para teroris yang memang menginginkan demikian kerena mereka memang mencari lawan.

Carpenter mencoba membuktikan analisisnya dengan mengajukan pertanyaan: Siapa yang termasuk dunia Muslim? Negara mana? Dan siapa yang menentukan bahwa ini dunia Muslim dan ini bukan dunia Muslim? Carpenter memahami bahwa istilah dunia Muslim tidak sesederhana menyebut Indonesia, misalnya. Toh di Indonesia banyak penduduk yang bukan Muslim. Umat Muslim di sana pun bermacam-macam. Irak juga demikian karena di sana ada Sunni dan Syiah yang senantiasa bertikai.

Carpenter mengakui ada agama yang bernama Islam dan penganutnya menyebut diri mereka ummah, tapi istilah ini lebih merupakan metafora spiritual yang kuat daripada sebuah dunia georafis. Secara khusus Carpenter mengkhawatirkan pengistilahan dunia Islam ini lalu menjadi semacam stigma yang berisiko moral yang mengandaikan sebuah wilayah yang didiami oleh kaum ekstrimis, moderat, dan aliran yang menengahi mereka yang tenggelam dalam konflik mematikan dan tak berkesudahan. Padahal umat Islam tidak sesedarhana itu.

Pandangan Carpenter ini mungkin ada benarnya jika dilihat dari kerangka bahwa tidak ada manusia-baik Barat maupun Timur-yang saling berhadapan jika sama-sama menginginkan perdamaian karena umat manusia tidak bisa dipilah menjadi Barat dan Timur dalam hal cita-cita luhur kemanusiaan. Musuh umat manusia adalah ketidakadilan, penindasan, dan kesewenang-wenangan.[]