Andai kau Tahu…

0
58 views

Dalam salah satu sabdanya Rasulullah pernah bersabda, “Andai kalian tahu apa yang kutahu, kalian akan sedikit tertawa dan banyak menagis”

Ternyata menangis adalah salah satu expresi keimanan seseorang kepada hari akhir, lantaran pengetahuannya tentang apa yang akan terjadi di hari akhir nanti.

Ketika para sahabatnya sedang bercakap-cakap, amirul mukminin Umar bin Abdul Aziz tampak terdiam dan termenung, tak sepatah katapun terlontar dari mulutnya. Lalu para sahabanya bertanya, “Wahai amiralmukminin, kenapa Anda terdiam saja ?

Beliau menjawab, “Saya sedang memikirkan tentang ahlul jannah, para penghuni syurga, alangkah damainya, mereka bisa saling berkunjung. Dan saya juga sedang berfikir tentang ahlunnar, para penghuni neraka, alangkah celakanya, mereka dilemparkan kedalamnya,” kemudian beliau pun menangis.

 

Ali Muzni berkata, “Aku pernah mengunjungi Syafi`I (maksudnya adalah Imam Ass-Syafi`I rahimahullah) ketika beliau sedang sakit menjelang wafatnya, lalu saya bertanya, “Apa yang menyebabkanmu menangis ?”

Beliau menjawab, “Saya ini masih terlalu akrab dengan dunia, jauh dari para ikhwanku, masih minun dengan gelas hadiah dan msih kujumpai keburukan dalam amal-amalanku sedang diri ini hampir behadapan dengan Allah. Aku tidak tau apakah aku akan masuk ke jannah dan bahasgia disana ataukah akan masuk neraka lalu saya berduka cita disana?

Kemudia beliaupun menangis tersedu-sedu, seraya berkata :

Tatkala hatiku terasa sesak dan sempit nyaliku

Kujadikan harapanku atas ampunan-Mu sebagai jembatan

Dosaku amat besar, namun tatkala kutimbang dengan ampunan-Mu,

Ternyata ampunan-Mu jauh lebih besar

Kau tetap sebagai Dzat Yang Maha Pengampun atas dosa-dosa

Senantiasa kau curahkan nikmat, ampunan serta kasih sayang….

 

Terkait dengan upaya memburu syurga dan menjauh dari neraka,

Abu Hazim berkata : Sungguh mengherankan, suatu kaum yang menuju suatu tempat tinggal tetapi ia selalu menjauh setapak demi setapak. Sebaliknya dia berniat meninggalkan suatu tempat tetapi justru mendekat setapak demi setapat.