Aktivitas Haji untuk Kesehatan Lansia; Amankah?

0
69 views

Ibadah yang disyariatkan Allah atas manusia memiliki perbedaan dari berbagai sisi, termasuk dari sisi ucapan, perbuatan, dan pengorbanan harta benda.

Jika sholat merupakan ibadah yang meliputi ucapan dan perbuatan; zakat meliputi pengorbanan harta benda; maka haji meliputi ucapan, perbuatan, sekaligus juga pengorbanan harta benda, waktu, dan kesehatan fisik untuk menjalankannya.

Kesehatan dan kebugaran tubuh jemaah yang menjalankan ibadah haji sangat diperlukan, mengingat ibadah haji sangat dominan dengan aktivitas yang cukup melelahkan. Sebut saja rangkaian manasik haji seperti tawaf, sai, jumrah, dan lainnya adalah aktivitas yang harus dilaksanakan oleh setiap jemaah.

Aktivitas fisik yang sangat menonjol tersebut, menimbulkan kekhawatiran apakah ibadah haji aman bagi jemaah yang sudah lansia atau justru membahayakan kesehatan mereka. Terlebih lagi, banyak berita di media yang mengabarkan sejumlah jemaah yang wafat di tanah suci adalah mayoritas para lansia.

Menurut Dr. Jamal Elzaky dalam bukunya, Buku Induk Mukjizat Kesehatan Ibadah, ibadah haji ternyata sangat bermanfaat bagi jemaah yang telah lajut usia.

Dr. Jamal menuliskan beberapa faedah dari aktivitas ibadah haji, terutama yang melibatkan jalan kaki dan perbuatan lainnya yang menguras energi bagi kaum lansia, diantaranya:
1. Orang tua biasanya menderita gangguan nyeri lutut dan jalan kaki yang dilakukan saat berhaji menjadi obat yang sangat efektif untuk menyembuhkan nyeri lutut. Jalan kaki dapat melenturkan jaringan otot di sekitar persendian, serta memperbarui lapisan synovial pada persendian.
2. Ketika seorang jemaah haji menunaikan semua aktivitas manasik, setiap anggota tubuhnya akan mencari makanan-makanan lain di luar sistem metabolisme melalui sintesis oksigen. Keadaan itu akan menurunkan tekanan darah sehingga jatung dan paru-paru dapat bekerja secara lebih baik.
3. Aktivitas manasik haji akan menurunkan kadar kolesterol yang berbahaya dari dalam darah.
4. Aktivitas manasik akan menghindarkan penderita hipertensi dari serangan tekanan darah tinggi yang sering kali menjadi penyebab sakit jantung, gangguan saraf, dan juga penyakit ginjal.
5. Aktivitas manasik akan membantu penderita penyakit gula untuk menurunkan kadar gula dalam darah dan menurunkan berat badan.
Dalam buku yang berjudul asli Fushul fi Thibb al-Rasul ini Dr. Jamal berusaha mengupas secara mendalam aspek medis dan hikmah yang terkandung dalam manasik haji.

Dengan komprehensif beliau menjelaskan bagaimana manasik haji yang memiliki beberapa macam ritual memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan tubuh dan jiwa manusia.
Dengan begitu, setelah mengetahui faedah dari aspek medis ibadah haji, diharapkan tidak ada lagi kekhawatiran dari jemaah yang tergolong tidak muda lagi, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima ini.

Kendati demikian, tentu saja ibadah haji tetap harus dilaksanakan secara proporsional, tidak berlebihan serta menyesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing.

Wallahu ‘alam.

Info Buku

Judul Buku : Buku Induk Mukjizat Kesehatan Ibadah
Penulis : Dr. Jamal Elzaky
Penerbit : Zaman
Tahun terbit: 2011