Agama Baru

0
240 views

by Dr. Abd. Muid N., MA

Bukan peristiwa yang jamak, tetapi itu yang terjadi di hari Kamis, 23 Desember 2010. Ribuan orang berkumpul, ratusan ulama bersila, dengan khusyuk mendengarkan dan melantunkan doa-doa yang dipanjatkan agar Tuhan bersedia menakdirkan kemenangan bagi Timnas Indonesia yang akan bertarung dengan Timnas Malaysia di Final Piala AFF 2010. Salah seorang pemuka agama bahkan mengalungkan syal khas supporter sepak bola di lehernya. Ini bukan doa yang dikirimkan jarak jauh karena anggota skuad Timnas Indonesia juga turut hadir di perhelatan akbar itu. Dan itu menambah istimewanya hari.

Kenyataannya memang tim sepak bola Indonesia sedang hangat dibicarakan di mana-mana dan hampir setiap saat, termasuk tulisan ini. Bahkan sampai program-program gosip pun (yang sebenarnya tidak mempunyai hubungan sama sekali) selalu menyempatkan diri untuk berbicara tentang sepak bola dengan berbagai alasan. Kadang dengan alasan salah seorang isteri pemain Timnas adalah seorang selebritas. Atau dengan alasan bahwa salah seorang di antara pemain Timnas itu mempunyai wajah rupawan sehingga layak dilantik menjadi selebritas.

Ada sebuah analisis tentang masyarakat Inggris yang telah meninggalkan gereja (agama) lamanya menuju gereja (agama) yang baru, yiatu stadion dan sepak bola. Dan mereka di sana lebih merasa antusias. Lalu sebuah analisis mencoba memahami hal ini dan mengatakan bahwa pada dasarnya jiwa manusia selalu suka kepada upacara-upacara ritual yang pada zaman modern telah mulai memudar tergerus oleh arus sekularisasi dan rasionalisme. Jika kemudian orang-orang berbondong-bondong memenuhi stadion sepak bola, maka itu sebenarnya adalah wujud kerinduan akan hadirnya kembali upacara-upacara ritual yang mampu menghanyutkan mereka dalam suasana emosional (dan juga spiritual) yang intens. Karena itu, sepak bola disebut-sebut sebagai agama baru.

Bagaimana dengan rakyat Indonesia? Apakah mereka juga demikian? Apakah rakyat Indonesia sudah sedemikian modern, rasional dan sekuler sehingga rindu kembali kapada hal-hal yang berbau ritual?

Atau apakah rakyat Indonesia sedang tidak punya topik lain untuk dibicarakan selain sepak bola? Banyak, namun hanya topik ini yang bisa membuat mereka tersenyum dan tertawa karena bahagia. Dibanding dengan topik politik yang isinya hanya perjuangan untuk nama baik dan pencitraan, atas nama rakyat; topik hukum yang isinya hanya kabar tentang menangnya sang pemodal dan kalahnya rakyat kecil serta bebasnya para pencatut uang negara atau tidak mengakunya para terdakwa dan ketidakmampuan hukum untuk membuat mereka mengaku pada kasus-kasus yang sebenarnya sangat kasat mata; dan topik-topik lainnya yang memerihkan hati, topik tentang Timnas memang lebih layak disimak.[]