Agama adalah Nasehat

0
55 views

memberi nasehatMa`asyiral muslimin rahimakumullah…

Islam sebagai agama kita cintai, agama yang diridhai oleh Allah swt tidak saja mengajak seseorang menjadi baik, namun juga memotivasi seseorang untuk membuat orang lain menjadi baik; tetap berada pada jalur yang benar dan diridhai Allah swt. Tentunya kebaikan yang juga didasari adanya hubungan yang baik dengan Tuhannya, kitab dan Rasul-Nya.

Rasulullah saw yang dikaruniai kemampuan “Jawaami`ul kalim” yakni kemampuan mengumpulkan makna yang syarat dan mencakup banyak faedah dan pelajaran dalan redaksi kalimat yang pendek ,

beliau pernah bersabda kepada para sahabat tentang agama ini. Hadits itu kemudian dicantumkan oleh Imam Muslim dalam kitab shohihnya tepatnya dalam kitabul iman, demikianlah sabda Rasulullah saw ;

عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيمٍ بنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

“Dari Abu Ruqayyata Tamim bin Ausin Ad-Dariy , bahwasanya Rsulullah saw telah bersabda : “Agama adalah nasehat”, kami (para sahabat) berkata : ”Untuk siapa ?”, Beliau menjawab : “Untuk Allah, kitab-Nya, rosul-Nya, pemimpin-pemimpin umat islam, dan untuk seluruh muslimin.” (HR.Muslim)

Hadirin rahimakumullah…

Ternyata dalam hadits ini rasulullah saw menggambarkan hakekat agama, yakni agama islam hanya dengan redaksi yang terdiri dari dua kata “Ad-dien An-Anasiihah” agama itu adalah nasehat. Kata “an-nasiihah” yang berasal  dari kata dasar “an-nushu” yang berarti  sesuatu  yang bersih dan hubungan yang baik. Maka jika kita mengatakan “nashaha al-`asalu” maknanya madu itu murni bebas dari campuran bahan yang lain. Dan ketika ada seseorang berupaya menjahit bajunya yang robek, maka pekerjaan terebut diungkapkan dengan kata “nashoha”, maka hubungan seorang yang sedang menasehati dengan orang lain yang sedang dinasehatinya seperti orang yang sedang memperbaiki (menjahit) bajunya. Demikianlah kata “An-Nasihah” itu dipakai untuk mengungkapkan sebuah harapan yang baik yang diingkan terjadi pada orang yang dinasehati.

Demikianlah ketika para sahabat mendengar Rasulullah saw mengatakan agama adalah nasehat maka bereka bertanya, “nasehat untuk siapa”, ternyata rasulullah saw menyebutkan sekian banyak obyek nasehat ; Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, pemimpin umat islam dan seluruh umat islam.   

Nasehat untuk para pemimpin dan umat secara umum berarti kehendak baik dari nasih (yang menasehati)  kepada mansuh (yang dinasehati), sebagaimana pengertian yang sering dipakai untuk mendefiniskan nasehat. Adapun nasehat untuk Allah ,Kitab dan Rasulullah, sesuai dengan asal katanya, yaitu adanya keserasian hubungan. Dimana seorang muslim yang memegang teguh agamanya akan mempunyai hubungan yang baik dengan Allah, Kitab dan Rasul-NYa.

Maka yang dimaksud nasehat kepada Allah swt adalah beriman kepada-Nya, beribadah tanpa dicampuri dengan aktifitas kemusyrikan, ikhlas dalam melakukan segala ketaatan kepada-Nya, menjahui segala bentuk kemaksiatan, cinta dan benci kepada sesuatu karena DIA, mendukung kebaikan dan orang-orang baik dan begitu pula sebaliknya. Maka jika seorang muslim berpegang teguh dengan nilai-nilai ini manfaat baiknya akan kembali kepadannya baik di dunia maupun di akherat kelak.

Sedangkan Nasehat untuk kitab-Nya Adalah menunaikan hak kitabullah; Al-Qur’an, dengan menyakini bahwa Al-Qur’an kalamullah, mu’jizat terbesar diantara mu’jizat-mu’jizat yang pernah diberikan kepada para rasul, sebagai petunjuk dan cahaya. Selain itu juga membenarkan beritanya dan melaksanakan hukumnya. Maka seorang mukmin yang berpegang dengan nilai agamanya akan melakukakan hal-hal berikut ; membaca dan berusaha menghafal(menjaga)nya, meningkatkan kualitas bacaanya dengan lebih baik, mencoba mentadaburi kandungan maknanya, menunaikan pesan-pesan yang ada di dalamnya serta berupaya mendakwahkannya.

Adapun yang dimaksud nasehat untuk Rasul-Nya. Adalah beriman dan membenarkan apa yang dibawanya, mencintainya , taat kepadanya karena taat kepadanya adalah bagian dari taat kepada Allah swt, mempelajari dan mengajarkan sejarah perjalan hidupnya kepada generasi penerus, berupaya maksimal dalam meneladani beliau dan menegakkan sunnahnya.

Hadirin yang dirahmati Allah …

Yang dimaksud dengan nasehat untuk para pemimpin, tercakup didalamnya penguasa dan ulama.
Nasehat untuk penguasa pada intinya adalah mendudung kebaikan yang dicanangkanya dan sebaliknya mengingatkan mereka jika melanggar nilai-nilai kebenaran; membantunnya agar bisa menegakkan nilai-nilai keadailan dan ikut berusaha menjaga keutuhan umat, mendukungnya dalam menjalankan aturan yang benar serta merevisi aturan yang tidak tepat. Sedang  kepada ulama’ maka seorang muslim yang baik akan mencintai dan menghormati mereka, mendukung dakwahnya di jalan Allah, menyemangati mereka untuk mampu mengingatkan penguasa ketika salah, memberi masukan dan nasehat dengan cara yang baik jika mereka jatuh pada kesalahan, karena mereka juga masih manusia yang mungkin saja salah.

Point terahir yang disebut Rasulullah saw adalah nasehat untuk umat islam secara keseluruhan. Pada intinya kita diminta untuk memiliki kepedulain kepada mereka tidak hanya pada urusan materi tapi juga pada hal yang sifatnya non materi; mengarahkan mereka untuk menjalankan nilai agamanya, menasehati mereka agar tetap berada pada jalan yang lurus, mengembalikan mereka yang tersesat dari jalan kepada jalan yang benar, memberi mereka sumbangan ide-ide kebaikan jika mereka membutuhkan, menyemangati mereka untuk berani menghadapi hidup jika mereka terperosok kepada keputus asaan. Sebagian sahabat Rasul ada yang mengatakan :”jika kalian mau maka aku akan bersumpah atas nama Allah, bahwa hamba yang paling dicintai Allah adalah yang berupaya agar Allah mencintai  mereka para hamba yang lain, dan berupaya agar para hamba itu mencintai Allah, mereka mengarungi kehidupan ini dengan senantiasa memberi nasehat”.

Hadirin yang dirahmati Allah

Demikianlah khutbah yang singkat ini, semoga kiranya kita semua menjadi pribadi-pribadi yang memiliki hubungan yang harmonis dengan Allah saw, Kitab dan Rasul-Nya. Kita akan semakin peduli dengan orang-orang yang berada disekitar kita karena sebagaimana kita ingin menjadi baik sesungguhnya mereka pun juga sama, namun kadang ada yang tidak tahu carannya. Semoga kita bisa ikut berperan dalam menyalakan cahaya hidayah dihati mereka, atau membuat nyala cahaya tersebut semakin benderang sehingga juga mampu menerangi yang lain, menerangi jalan yang menghantarkan sampai ke syurga-NYA. Semoga Allah swt memudahkan segala urusan baik kita. Amien. (SM/02/11)