Abdurrahman bin Auf ; Entrepreneur Sukses Zaman Rasulullah

0
355 views

Oleh Ir. Warno Abdullah (Alumni Kursus Da’i MDPI)

Jika kita membaca kisah-kisah sahabat nabi, pastilah kita akan menjumpai amalan-amalan yang luar biasa. Begitu pula halnya dengan sahabat nabi Abdurahman bin Auf. Beliau termasuk salah satu sahabat nabi yang istimewa karena termasuk 1 dari 10 orang yang diberitakan Rosululloh SAW mendapat jaminan masuk surga.

Siapa yang tak kenal dengan Abdurrahman bin Auf? Di kalangan entrepreneur muslim pastilah beliau menjadi idola. Betapa tidak. Sahabat Rasulullah ini memang sangat piawai dalam berbisnis. Semenjak di Mekkah pun beliau adalah seorang pengusaha yang sukses dan kaya raya. Namun begitu ada seruan hijrah, dia tinggalkan semua yg dia miliki tuk selanjutnya bergabung dengan muhajirin lainnya kemydian hijrah ke Madinah. Ia siap untuk menerima bimbingan dari nabi dan memulai kehidupan baru, walau harus memulai dari nol lagi.

Sesampainya di Madinah beliau dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi’ yang merupakan orang terkaya di Madinah. Hingga suatu saat Sa’ad bilang ke saudaranya (Abdur Rahman bin Auf) ” Aku adalah orang terkaya di Madinah, kalau anda mau ambilah separo dari hartaku. Aku juga punya dua orang istri, silahkan pilih mana yg anda sukai, aku akan menceraikannya, setelah itu silahkan anda nikahi dia. Bagaimana reaksi Abdurrahman bin Auf? AbduhRaman bin Auf berdoa untuk keberkahan Sa’ad dan selanjutnya tolong tunjuki saja aku ke pasar.

Sejarah mencatat, ternyata tidaklah butuh waktu yang lama bagi Abdurrahman bin Auf untuk kembali menjadi kaya raya sebagaimana dia di Mekah dulu bahkan lebih besar lagi.

Sekalipun dengan kekayaan yang luar biasa, Abdurrahman bin Auf bukanlah sosok orang yang cinta dunia. Dengan karunia kekayaan yang melimpah, beliau justru mengendalikan dunia. Beliau sangat royal terhadap hartanya, bukan untuk shopping atau prestise, namun untuk kemaslahatan umat.
Sedekahnya tidak berbilang. Disebutkan bahwa Abdurrahman bin Auf menyedekahkan ½ hartanya di masa Rasulullah. Beliau juga pernah berinfaq 40.000 dinar (setara 86,2 milyar), 500 kuda, 500 kendaraan untuk jihad di jalan Allah. Pernah sehari membebaskan 30 budak. Ja’far bin Burqan mengatakan, Abdurrahman bin Auf telah membebaskan 30.000 budak. Ketika wafat beliau mewasiatkan hartanya untuk 100 sahabat yang ikut perang Badar masing-masing dengan 400 dinar atau masing-masing 862 juta lebih.

Ada beberapa hal yang layak dicontoh dari seorang Abdurrahman bin Auf.
Pertama, keberhasilan beliau menundukkan cinta dunia, tidak untuk membangun dinasti tetapi untuk kemaslahatan umat.

Kedua, harta Abdurrahman bin Auf didapat dengan cara berkah. Cara berkah hanya mungkin jika dilakukan sesuai dengan tuntunan Islam. Ini tentu berbeda dengan pengusaha zaman sekarang yang kadang tidak memikirkan halal haramnya harta yang didapat dan tidak pernah bisa melepaskan diri dari jerat hutang bank atau bahkan dengan rentenir yang memakai cara haram.

Ketiga, dengan infaq sebanyak itu pun Abdurrahman bin Auf masih belum tenang memikirkan nasibnya apakah dia bisa masuk surga. Beda dengan orang kaya zaman sekarang yang seakan-akan sudah bisa membeli kavling surga dengan hartanya.

Keempat, sekalipun kaya raya Abdurrahman bin Auf tidak sekedar berjuang dengan hartanya. Beliau juga turun secara langsung ke arena dakwah dan medan laga jihad. Sementara pengusaha kaya saat ini lebih memilih ‘jihad ekonomi’ sambil ‘bersembunyi’ dari resiko.

Abdurrahman bin Auf adalah sosok yang tak pernah kering teladannya. Bagi para entrepreneur yang mengidolakan beliau setidaknya malulah kita pada ke empat hal di atas.