2012 Dilarang, 2012 Disayang

0
43 views

Film 2012 kian fenomenal saja. Apalagi sejak adanya protes dari Majelis Ulama Islam (MUI) cabang Malang yang mengutuk film tersebut. Bukannya makin sedikit orang yang ingin menonton film tentang bencana alam terdahsyat ini, malahan penonton yang penasaran makin membludak. Buktinya bisa terlihat dari antrian penonton yang gila-gilaan di sejumlah gedung bioskop.


Dari hasil pantauan KapanLagi.com di beberapa bioskop di Malang, semakin hari penonton semakin banyak. Bahkan dari panjangnya bisa lebih dari 50 meter. Orang yang datang pun tak tanggung-tanggung, mereka hadir beberapa jam sebelum bioskop dibuka.

“Ternyata mantap film ini. Sampai bisa bikin antrian mulai jam 07.00 pagi. Plaza-nya aja belum buka,” kata Aris (30), salah seorang pengunjung yang ikutan mengantri di Dieng Plaza, Malang, Kamis (19/11).

www.shockya.comMenurut karyawan Dieng Plaza sendiri, kerumunan orang kelihatan begitu semangat pada awalnya. Cineplex 21 yang terletak di lantai 3 langsung penuh. Antrian sampai turun ke lantai 2 hingga mengitari setengah panjang plaza. Hal itu juga yang akhirnya mengurungkan niat Aris untuk nonton. Ia lebih memilih untuk mengantri lagi lebih pagi di kemudian hari.

Pada hari pertama pemutaran film besutan Roland Emmerich ini, bioskop memang sengaja tidak membatasi jumlah maksimal pembelian tiket. Namun akhirnya kesempatan itu malah dimanfaatkan oleh para calo dengan menaikkan harga beberapa kali lipat. Dan untuk mencegahnya, pihak bioskop pun memutuskan untuk membatasi pembelian tiket dengan memberikan maksimal 10 tiket untuk satu orang.

Pun begitu, para pembeli tidak kalah akal. Mereka biasanya datang bergerombol untuk bisa mendapatkan lebih banyak tiket. Alhasil, hanya dalam jangka waktu kurang dari satu jam, tiket untuk jadwal nonton seharian sudah ludes, padahal baru separuh antrian yang terladeni. (kpl/wim/boo)[]

Sumber: http://id.news.yahoo.com/kplg/20091119/ten-gara-gara-mui-malang-antrian-2012-ki-51d3def.html