110 Kisah Seputar Harta

0
25 views

Dalam hidup ini, tiap manusia punya kebutuhan yang harus dipenuhi; sandang, pangan, papan dan sebagainya. Memiliki harta merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan untuk bisa memenuhinya. Karena itu, setiap orang apalagi muslim harus mencari harta dan jangan sampai mengemis apalagi mencuri, korupsi dan berbagai istilah yang menggambarkan upaya mencari harta secara tidak halal.

Karena itu, dalam kehidupan akhirat nanti, ada dua pertanggungjawaban yang berkaitan dengan harta sehingga dengan harta itu ada manusia yang mulia, namun banyak orang yang menjadi hina dan sangat hina dengan azab yang pedih. Dua pertanggungjawaban itu adalah darimana harta diperoleh dalam arti halal atau tidak dan untukm apa dipergunakan, untuk kebaikan atau keburukan.

Buku yang ditulis oleh Ust. Ahmad Yani ini merupakan buku ke 32, berisi kisah-kisah singkat dari kehidupan Nabi saw dan para sahabat , kisah-kisah yang menarik dan sarat dengan pelajaran untuk kita dalam kehidupan sekarang dan yang akan datang. Karenanya isi buku ini tidak hanya berisi cerita, tapi juga apa hikmah yang harus diambil dari cerita itu.

Diantara contoh kisah yang terdapat dalam buku ini dengan judul Tidak Mengemis Lagi.

Menyadari betapa buruknya mengemis membuat seorang muslim tidak mau melakukannya lagi meskipun ada orang yang mau memberinya.

Sahabat Hakim bin Hizam ra menceritakan dalam hadits riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasai: “Aku pernah meminta sesuatu kepada Rasulullah saw, maka beliau memberiku, kemudian aku meminta lagi, beliaupun memberiku, aku meminta lagi dan diberi. Kemudian beliau bersabda: “Wahai Hakim, harta ini adalah hijau lagi manis. Barangsiapa mengambilnya dengan kedermawanan jiwa, maka ia diberkahi padanya, dan barangsiapa mengambilnya dengan ketamakan jiwa, maka dia tidak diberkahi padanya dan dia seperti orang yang makan dan tidak kenyang. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.”

 

Mendengar hal itu, aku berkata: “Ya Rasulullah, demi dzat yang yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan mengambil (menerima) sesuatupun dari siapapun sesudahmu sampai aku mati.”

 

Suatu ketika Abu Bakar memanggil Hakim untuk memberinya sesuatu, tetapi dia menolak menerimanya. Kemudian Umar memanggilnya untuk memberi sesuatu juga, tetapi dia menolak menerimanya.

 

Umar berkata: “Wahai Kaum Muslimin, aku menjadikan kalian sebagai saksi bahwa aku telah menawarkan kepada Hakim haknya yang Allah berikan kepadanya dari harta fa’i, tetapi dia menolak menerimanya.”

Setelah Nabi saw wafat, Hakim tidak meminta kepada siapapun sampai dia wafat

Dari kisah di atas, pelajaran yang bisa diambil adalah:

1.    Setiap orang sebenarnya punya potensi untuk berusaha sehingga bisa mencukupi kebutuhannya dan meninggalkan kebiasaan mengemis.

2.    Pemahaman tentang keharusan berusaha dan harga diri yang tinggi membuat seseorang tidak mau mengemis, bahkan menerima pemberianpun tidak mau bila pihak lain memandangnya sebagai orang yang tidak mampu.

 

Contoh kisah di atas memberi gambaran kepada kita bahwa buku ini merupakan bacaan ringan yang cocok dibaca oleh orang yang berpendidikan tinggi maupun rendah, penting dibaca oleh orang kaya maupun miskin. Untuk mendapatkan buku ini anda bisa transfer dana Rp 40.000 + ongkos kirim ke rek BSM 7012350478. BMI 3014726920. Konfirmasi ke HP/WhatsApp 08129021953. Pin 275d0bb3 an Ahmad Yani.